image-logo
Aturan itu ada sebagai batas. Batas agar manusia tidak melewati batas yang sudah ditentukan. Apalagi kalau batas itu diciptakan oleh Rabb Yang Maha Kuasa, tentunya kita akan menahan diri agar tidak melewati batas tersebut.
post
/post/mempersiapkan-kematian/
Segala yang Berlebihan Tidak Baik

Segala yang Berlebihan Tidak Baik

Aturan itu ada sebagai batas. Batas agar manusia tidak melewati batas yang sudah ditentukan. Apalagi kalau batas itu diciptakan oleh Rabb Yang Maha Kuasa, tentunya kita akan menahan diri agar tidak melewati batas tersebut.

Lantas apa akibatnya kalau kita melewati batas tersebut? Kekacauan.

Pertama kali melanggar perbatasan tersebut, rasanya nyaman. Kita serasa memiliki dunia, merasa bebas atas lepasnya jiwa kita dari kekangan. Ketika masa bulan madu selesai, ternyata masalah mulai bermunculan. Ketika ternyata toleransi yang kita lakukan menyebabkan banyak sekali masalah baru. Manusia yang sudah terlalu nyaman terhadap kebebasan tersebut, tidak ingin kembali ke hidup dengan pembatas seperti dulu. Akhirnya dicarilah solusi dari masalah tersebut. Naas, bukan makin hilang, masalah yang muncul justru semakin banyak.

Hingga akhirnya menjadi kekacauan.

Bayaran atas kebebasan yang mereka dapatkan dari toleransi berlebih tersebut adalah hidup dengan menambal masalah-masalah yang kian banyak muncul, masalah yang tanpa ujung.

Ambillah contoh sederhananya, keinginan manusia. Ketika manusia masih ada di bawah, ia berusaha untuk bisa mencapai kedudukan dan kekayaan yang tinggi. Pikirnya, hatinya akan cukup kalau sudah mencapai targetnya tersebut.

Hingga akhirnya dia berhasil mencapai tersebut. tidak tanggung-tanggung, targetnya adalah target tertinggi yang bisa ia raih.

Dia punya posisi untuk berhenti, untuk merasa puas dan cukup atas pencapaiannya tersebut. Sayangnya, ketika dirinya berhasil meraih target tersebut, hatinya makin haus akan pencapaian yang lebih besar dari itu, akan kedudukan yang lebih tinggi dari saat ini.

Akhirnya dia makin membanting tulang, menelantarkan keluarganya. Tidak bisa memenuhi dengan cara yang masih di dalam toleransi, akhirnya dia melakukan segala cara. dia memakan harta yang bukan miliknya, mengkhianati orang lain. Semuanya agar nafsunya terpenuhi.

Hartanya makin banyak, begitu juga masalah yang Ia dapatkan. Ketakutan akan ketahuan, dia berbohong. Takut dicemooh orang lain, dia menyuap karyawannya. Stressnya makin banyak didapat, dia melarikan diri ke minuman dan obat-obatan.

Dan perlahan, semua itu menghancurkan dirinya. Dia seperti merangkak ke bukit curam tak berujung.

Bisa jadi dia ketahuan, bisa jadi juga tidak. di dunia mungkin dia aman, tapi dia tidak akan bisa melindungi dirinya dari pengawasan Allah. Walaupun dia lari ke ujung dunia, berlindung di bagian terdalam bumi. Walaupun tidak ada manusia yang tahu dia dimana, Allah tetap akan tahu perbuatan dan isi hatinya.

Sungguh, Allah membuat batasan karena mengetahui yang terbaik untuk manusia. Dia menurunkan Rasul untuk mengajarkan ilmu ke manusia, agar kita bisa tahu apa dan bagaimana kita dapat melewati hidup di dunia dengan baik.

Kita disini hanya bisa berdo'a, agar hati kita selalu dijaga oleh Allah dan kita memiliki kekuatan untuk tetap berjalan di jalan-Nya yang benar.

Penulis: Zira Fariza