Ada kisah tentang seorang ahli ibadah yang sudah 70 tahun berkutat dengan ketaatan. Kemudian setan menggodanya, hingga Ia melakukan berbagai dosa dan maksiat selama 7 hari. Kemudian Ia sadar dan menyesali perbuatannya. Setelah itu, dia bertaubat, dan Allah menerima taubatnya.
somehow, kesimpulan yang kudapat, ketaatan dan lama beribadah tidak membuat seseorang sama kuatnya melawan hawa nafsu. Sudah banyak kubaca kisah-kisah, yang awalnya ahli ibadah, kemudian tergoda hawa nafsunya. Membuatku merenungi apa sebabnya hal tersebut terjadi?
Mungkin, karena ketika ia beribadah di tempat yang mendukung, dia bukan membangun kekebalan terhadap hawa nafsu, tetapi menghindarinya. bukan bilang ini gabagus, emang sebisa mungkin menghindari hal yang buruk, tetapi jadinya tidak terbiasa melawan hawa nafsu. wajar kalau orang yg jihad melawan hawa nafsunya, apalagi kala sendirian, lebih besar pahalanya. karna tidak ada halangan apapun untuk melakukan dosa tersebut; tidak ada yang melihat, menilai, atau menjudge. Keimannanya benar2 diuji, apakah lebih mementingkan nafsunya, atau menundukkannya karena Allah.
saking sulitnya, sampai melawan hawa nafsu ini masuk bagian dari jihad.
semoga kita bisa dilindungi dari nafsu yang jelek.