Kafir Quraisy enggan beriman karena angkuh dan kekeuh dengan ajaran mereka, padahal mereka sebenarnya cerdas.
Orang yahudi enggan beriman karena iri dan dengki Rasulullah bukan dari kaumnya, padahal dulu mereka sendiri berdo'a biar rasul turun dan membantu mereka membawa kemenangan.
Orang-orang islam di luar sana banyak yang syirik dengan menyembah wali, kubur, orang sholih, dll walau mereka tidak sadar. Problemnya, lebih banyak yang tidak mau menerima dikarenakan menganggap mereka tidak menghormati jika tidak begitu.
Orang islam luar sana banyak juga yang taklid buta sama ustadz mereka atau salah satu madzhab, padahal pendiri-pendiri madzhab itu sendiri bilang, kalau ada yang dari madzhab mereka yang berbeda dengan sunnah nabi, ikuti sunnah nabi, bukan madzhab mereka.
Dan imbasnya melihat di luar golongan/pemahamannya salah, walau misal ternyata yang Ia ikuti salah setelah melihat kebenaran.
intisari dari ini semua: kefanatikan. Inilah yang membuat orang tidak mau mencari dan menerima kebenaran, serta mengganggap hal yang dihormati sebagai kebenaran. Karena kefanatikan tersebut, mereka mudah tersinggung kalau ada yang menegur, seolah diserang. Karena pegangannya bukan kebenaran, tapi taklid buta.
Mungkin ini juga karena banyak yg berpikir kalau akur atau harmonis = tidak ada perselisihan atau perbedaan pendapat, padahal perbedaan pendapat wajar. Atau kalau yang berpikir bahwa perbedaan itu rahmat, mereka tidak berpikir kalau dalam perbedaan tersebut bisa aja ada kesalahan yang harus diluruskan (alias ada kesalahan atau perbedaan yg tak bisa toleransi), sehingga harus diingatkan.
Padahal, menasihati kalau melakukan yang salah, bukan merendahkan.
Maka inilah pentingnya ilmu, karena dengannya kita bisa tau mana yg benar dan batil.
Terkadang, banyak orang hanya ikut-ikutan saja tanpa berpikir lebih jauh tentang yang mereka lakukan, baik itu benar maupun salah. Banyak yang cuma ikutan tanpa mencari tahu kebenarannya. Namun saat diberitahu kebenarannya, banyak yang menolak. Bukannya re-check dan mempelajari, malah menolak.
Makanya ada juga dalil soal kalau kita mengikuti kebanyakan manusia, kita akan tersesat. Karena banyaknya manusia yg cuma ikut2an tanpa mencari kebenarannya.